BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Konsep Dasar
Konsep Dasar sebuah
warung internet (warnet) adalah sebuah tempat yang menyediakan akses
infrastruktur internet dengan mode berbagi koneksi (shared) dan perangkat akses
(PC) sehingga pengguna bisa mengakses internet dengan biaya yang lebih murah.
Konsep dasar inilah yang bisa dikembangkan sesuai dengan kondisi masing-masing
tempat.
Hampir tidak ada warnet
yang identik, kecuali warnet tersebut adalah bagian dari sebuah jaringan usaha.
Snappy dan Multiplus adalah jaringan warnet yang cenderung identik dan tidak berbeda
antara satu outlet dan outlet lainnya. Kedua jaringan warnet tersebut
memposisikan dirinya sebagai business center. Karena itulah, pengembangan konsep dasar
warnet harus disesuaikan dengan karakter masing-masing tempat. Jika anda
berkeinginan mendirikan usaha warnet, lakukanlah studi kecil-kecilan terlebih
dahulu untuk mengetahui prospek usaha warnet anda.
Catatan penting yang
harus diingat adalah: keberhasilan sebuah usaha tidak ditentukan oleh satu
faktor saja, namun merupakan gabungan beberapa faktor. Faktor faktor yang
menentukan tersebut terdiri dari faktor teknis, pelayanan, manajemen dan sosial
budaya. Jangan mengecilkan ataupun terlalu menonjolkan salah satu faktor dan
tidak memperhitungkan faktor lainnya. Kadang terjadi sebuah warnet didukung
oleh faktor teknis yang mumpuni namun faktor pelayanan yang kurang dan
manajemen yang tidak teratur akhirnya malah dijauhi oleh pelanggan.
Di bagian akhir buku
akan diberikan profil pengusaha-pengusaha warnet yang berhasil dalam
menjalankan bisnis-nya. Pembaca sekalian nanti bisa melihat bahwa
walaupun berangkat dari teknologi yang sama (komputer dan internet) namun
dengan konsep bisnis berbeda dan disesuaikan dengan kondisi setempat.
Perlu di ingat bahwa keberhasilan sebuah konsep di satu tempat tidak menjamin
keberhasilannya di tempat lain, pelajari keinginan pelanggan agar dapat
mencapai keberhasilan bisnis warnet anda.
BAB II
SISTEM BILLING
2.1 Definisi Sistem Billing
Setiap bidang usaha kini
selalu melakukan transaksi, apalagi bidang-bidang yang selalu melakukan
transaksi dalam jumlah besar seperti rumah sakit atau departement store atau bidang usaha yang transaksinya berbentuk abstrak seperti
usaha warung internet atau warung game online,
dan disinilah sistem billing bekerja.
Sistem billing merupakan
sistem yang membantu para usahawan untuk mengatur dan mencatat segala transaksi
yang terjadi. Contohnya bagi pengusaha warung internet, billing sistem
digunakan untuk memonitor penggunaan dan pemasukan warnetnya. Sedangkan jika
bagi usahawan di bidang perumahsakitan sistem billing digunakan untuk mencatat
proses pelayanan, mulai pasien datang sampai dengan pasien pulang. Menghitung
biaya yang harus dibayar pasien secara otomatis, serta memberikan informasi
sebagai analisa pengambilan keputusan secara cepat dan akurat.
2.2 Bentuk Sistem Billing
Pada dasarnya sistem
billing merupakan sistem pencatat dan pemonitor transaksi berbentuk software. Awalnya penciptanya hanya menciptakan sistem
billing ini berbentuk software yang jika orang ingin memilikinya mereka
haruslah membeli software tersebut dan kemudian menginstallnya ke komputer atau
notebook mereka.
Tetapi kini, dengan
adanya internet, kemudian software-software tersebut dapat di download melalui
situs-situs yang disediakan. Ada bermacam-macam model sistem billing dengan
kelebihan dan kekurangannya, ada juga yang gratis dan ada juga yang dikenai
biaya. Untuk mendownload dengan aman agar hardisk tidak terkena bahaya virus,
kita dapat menggunakan FDM (Free Download Manager), software ini bekerja
membantu kita agar melakukan proses download di jalurnya. Contohnya seperti billing explorer, indobilling, billiard system billing, PSN/IgoS, Billing System, dan lainnya. Merk-merk diatas adalah merk-merk
software sistem billing yang kini dapat diakses di internet.
2.3 Mekanisme Sistem Billing
Mekanisme sistem billing
yang menggunakan software pada dasarnya cukup mudah. Kita cukup menginstalnya
ke komputer atau notebook, tetapi lain halnya jika kita mengakses melalui
internet dan mengoprasikannya menggunakan internet, seperti yang disediakan
oleh PSN/IgoS Billing System. Tetapi biasanya billing system keluaran
PSN/Igos ini biasa digunakan di warung-warung internet atau warung game online.
Mekanisme kerja terlihat pada skema di bawah ini :
Dalam skema di atas
dapat dilihat bahwa antara pemilik warnet dengan pengguna warnet masing-masing
terhubung ke software Billing melalui media internet. Si pemilik warnet
kemudian mengakses informasi mengenai pemakai warnet menggunakan sistem Billing
yang disediakan oleh software free download tersebut. Setelah para pengguna warnet tersebut
selesai menggunakan, maka secara otomatis sistem billing akan menghitung berapa
biaya yang diperlukan per kilobyte pemakaian.
2.4 Perangkat pendukung
Dalam mengoprasikan
sistem ini tidak hanya cukup memiliki software dan juga komputer tempat
mengoprasikannya. Perangkat lain yang dibutuhkan ada bermacam-macam. Tetapi
perlu diingat bahwa tiap bidang usaha dan juga sistem yang digunakan
berbeda-beda kebutuhannya. Jika seseorang menggunakan layanan download melalui
internet, seperti yang biasa dilakukan warnet perangkat yang dibutuhkan
yaitu :
I. Server :
- Pentium III-800
- Memory 512 MB
- HD 20 GB
- Dual Ethernet Card
- Any Linux distro with pre-installed : mysql database, apache and php.
II. Client :
- Pentium III
- Memory 128, but 256 recommended
- HD 10 GB
- ethernet card
Perangkat diatas biasa
dibutuhkan oleh software free download seperti PSN/IgoS, biasanya software free
download pada umumnya juga secara garis besar membutuhkan perangkat seperti di
atas. Lain halnya jika para pengguna sistem billing, menggunakan software biasa
tanpa perlu mengakses internet. Contohnya seperti yang digunakan oleh rumah
sakit. Perngkat yang mereka butuhkan antara lain yaitu :
2.4.1 Perangkat Keras (Hardware)
Perangkat keras apa saja
yang dibutuhkan di warnet? Saya membaginya atas beberapa kategori, yaitu:
1.
Perangkat Komputer
2.
Perangkat Jaringan
3.
Perangkat Kelistrikan
4.
Perangkat Tambahan
A. Perangkat Komputer
Secara sederhana,
perangkat komputer yang diperlukan sebuah warnet adalah komputer yang
dipergunakan oleh pengguna dan komputer yang digunakan untuk pencatatan
(billing). Dalam prakteknya, sering komputer yang digunakan untuk
pencatatan digunakan juga sebagai komputer untuk melayani proses pencetakan
(print server) dan penyimpanan berkas (file server), bahkan kadang berfungsi
juga sebagai komputer untuk melakukan pelayanan lainnya ( pengetikan,
pemindaian, edit foto dst-nya).
Untuk komputer pengguna
sebaiknya digunakan spesifikasi yang “cukup”. Cukup disini dalam
pengertian spesifikasi tersebut cukup nyaman untuk menjalankan
aplikasi-aplikasi internet yang umum dilakukan seperti browsing dan messaging
(dan sekali-kali menggunakan aplikasi perkantoran/ office application). sebuah PC dengan Memory 512MB dan
harddisk 80GB mustinya cukup. Jenis VGA yang dibutuhkan tidaklah terlalu
tinggi. Sebuah VGA dengan memory 32-64MB sudah mencukupi. Untuk
tipe layar, menggunaan jenis LCD dengan lebar minimum 15 inci. Tipe layar
LCD selain menghemat penggunaan listrik dan menghasilkan tidak menghasilkan
panas seperti layar CRT, juga harganya sudah cukup terjangkau.
Untuk tipe CPU terendah
yang bisa didapatkan dipasaran saat ini pun sudah sangat cukup untuk
menjalankan aplikasi-aplikasi internet. Sehingga pemilihan CPU adalah
bergantung kesediaan tipe CPU di pasaran. Mengenai ukuran casing, sebaiknya
Casing dari Komputer pelanggan jangan terlalu besar. Jika tersedia casing
berukuran kecil dan hemat tempat akan sangat membantu tingkat kenyamanan dari
pengguna.
Bagaimana dengan
perangkat input output seperti CD-ROM, WebCam, USB Port? Ini bergantung
dengan kondisi pasar setempat. Beberapa warnet tidak memasang CD-ROM di
komputer pelanggan dengan alasan tidak banyak digunakan dan lebih praktis
menggunakan USB Flashdisk sebagai media simpan. WebCam tidak selalu
dibutuhkan, karena cenderung memboroskan bandwidth. Namun jika permintaan
dari pelanggan cukup banyak, tidak ada salahnya menyediakan webcam dengan biaya
tambahan.
B. Perangkat Jaringan
Perangkat jaringan apa
saja yang diperlukan di warnet? Minimum perangkat yang kita perlukan adalah
Switch dengan jumlah port yang cukup untuk semua komputer, kabel jaringan dan
router/modem. Umumnya switch tersedia dengan jumlah port 4, 8, 12, 16,
24, hingga 32. Apa bedanya hub dengan switch? dari sisi fungsi keduanya
sama, dari unjuk kerja tentu switch diatas hub. Saat ini hub sudah hampir
tidak ada dipasaran. Harga Switch saat ini pun sudah cukup terjangkau
bahkan sama dengan hub. Beberapa switch memiliki fitur “manageable”, namun tipe ini biasanya harganya cukup mahal
dan nyaris tidak diperlukan di sebuah jaringan warnet berukuran kecil (4 s/d 24
pc)
Bagi pengguna ADSL,
pilihlah Modem/Router ADSL yang berkualitas bagus. Modem standar dari
Provider kadang tidak mampu dipergunakan terus menerus, atau cepat rusak.
Ini bisa dimengerti, sebab modem standar dirancang untuk penggunaan dirumah
sementara Warnet menggunakannnya seharian penuh setiap harinya. Cobalah
bertanya dahulu ke toko-toko tempat anda membeli modem ataupun ke forum-forum
yang membahas mengenai warnet/internet untuk mencari tahu modem apa yang cukup
tahan digunakan terus menerus.
C. Perangkat Kelistrikan
Saya memisahkan
perangkat seperti UPS, Stabilizer dan AC ke kategori perangkat kelistrikan
untuk memudahkan pengelompokan saja. Termasuk didalam perangkat
kelistrikan adalah Grounding yang kadang dilupakan saat instalasi listrik. Grounding diperlukan agar
perangkat-perangkat yang kita gunakan tidak nyetrum pada saat tersentuh. UPS juga akan lebih
awet jika grounding dari sistem kelistrikan kita bagus.
Ada baiknya jalur
kelistrikan dirancang menjadi beberapa bagian yang terpisah dan memiliki
rangkaian pemutus/sekering tersendiri. Misalnya: jalur listrik untuk komputer
client, jaringan listrik untuk komputer billing dan perangkat lainnya, jaringan
listrik untuk perangkat Pendingin Ruangan, Lemari Pendingin (jika ada).
Hal ini dimaksudkan jika terjadi kelebihan beban maupun hubungan singkat dapat
lebih mudah ditelusuri dan lebih aman dalam pengoperasioan sehari-hari.
D. Perangkat Tambahan
1.
Pencetak/Printer
2.
Pemindai/Scanner
3.
CD/DVD Burner
Pencetak/Printer adalah perangkat
tambahan yang wajib ada di Warnet. Sebaiknya warnet memiliki minimal 2 macam
alat pencetak. Dimana 1 pencetak jenis laser dan 1 lagi berjenis
inkjet. Pencetak Laser di khususkan untuk pencetakan hitam putih
berkualitas dan berkecepatan tinggi. Sedang Pencetak inkjet
dimaksud untuk melayani pencetakan berwarna/foto dan berkecepatan sedang.
Mengingat penghasilan dari pencetakan adalah salah satu penghasilan yang dengan
persentasi tinggi, rawatlah perangkat cetak anda sebaik mungkin.
Carilah perangkat
pencetak yang didukung atau dapat bekerja di OS Linux. Printer jenis ini
akan sangat membantu jika dikemudian hari warnet berniat untuk bermigrasi ke OS
Linux. Memiliki pencetak yang hanya berjalan di satu jenis OS
sebenarnya merugikan.
Pemindai / Scanner sendiri adalah perangkat
yang disarankan ada. Pemindai di warnet tidak perlu yang
berkemampuan tinggi. Bahkan sebuah perangkat pemindai yang masuk dalam entry level pun sudah cukup untuk
memenuhi kebutuhan pemindaian di warnet. Banyak jenis pemindai di pasar,
namun seperti halnya perangkat pencetak, carilah pemindai yang bisa dipasangkan
dengan OS Linux untuk mengantisipasi migrasi ke OS Linux.
CD/DVD Burner, Walaupun USB Flash DIsk
berkapasitas tinggi (kapasitas > 4GB) mulai menjadi Umum, namun media CD/DVD
tetap menjadi pilihan media simpan. Karenanya, memiliki sebuah CD/DVD Burneradalah kewajiban. Gunakanlah perangkat yang mampu membakar
CD-R, CD-RW, DVD-R dan DVD Double Density (kapasitas 8GB). Dengan harga
yang tidak terlalu berbeda, sayang rasanya jika burner anda cuma mampu menulis di CD-R dan DVD-R.
Tempatkanlah CD/DVD
Burner ini di area kerja Operator/Kasir agar penggunaannya dapat
dipantau. Jangan memasangnya di komputer client sebab akan menyulitkan
pengawasan dan bisa mengganggu client jika komputer tersebut sedang digunakan.
Perlu diperhatikan
adalah: jagalah agar file-file yang dibakar ke dalam CD/DVD tersebut bukan
file-file yang melanggar UU/Hukum yang berlaku. Walaupun sebenarnya
tanggung jawab bukanlah dari sisi warnet, tapi mencegah lebih baik daripada
bermasalah dikemudian hari.
Perangkat lainnya. Selain ke-empat
perangkat yang penulis sampaikan di atas, masih ada beberapa perangkat lainnya
seperti speaker, headset, webcam yang dapat di optimalkan untuk menambah penghasilan warnet.
Namun semuanya tergantung kepada pasar yang dituju dan tingkat layanan yang
ingin diberikan.
2.4.2 Perangkat Lunak (Software)
Perangkat Lunak apa saja
yang diperlukan di warnet? Pertanyaan seperti ini gampang-gampang susah.
Meskipun demikian, kita bisa menyederhanakan perangkat-perangkat lunak tersebut
ke dalam beberapa kategori untuk memudahkan kita dalam menyusun daftar
perangkat lunak apa saja yang diperlukan.
Sebagai awal, saya
membagi dua kebutuhan perangkat lunak, yaitu untuk di Server dan di Komputer
Pengguna. Kemudian dari pembagian tersebut saya susun lagi menjadi
beberapa kategori perangkat lunak yaitu:
- Sistem Operasi
- Internet
- Perkantoran
- Multimedia
- Grafis
- Tools dan Security
- Billing System
Secara umum baik
komputer server maupun di komputer pengguna bisa terdapat perangkat lunak yang
sama. Dengan pertimbangan tertentu, ada perangkat lunak yang cuma berada
di server atau di pengguna dan sebaliknya.
Demi mudahnya mari kita
susun Perangkat Lunak untuk pengguna terlebih dahulu:
v Sistem Operasi
Pilihan untuk sistem
operasi adalah:
- Berbasis Windows
- Berbasis Linux
Keduanya memiliki
kelebihan dan kelemahan masing-masing. Windows adalah sistem operasi yang
populer dan dikenal oleh banyak orang namun harga dan model lisensinya termasuk
mahal dan merepotkan. Belum terhitung kerepotan yang ditimbulkan oleh
gangguan Virus dan Malware. Sementara sistem Operasi Linux, walaupun
terkenal sebagai sistem operasi yang tangguh, aman dari virus, lisensi yang
memberikan kebebasan bagi penggunanya, namun tidak semua pengguna familiar
dengan penggunannnya sehingga membutuhkan perhatian dan layanan lebih ke
pengguna.
Kecuali jika anda
berniat memberikan layanan Game Center, maka pilihan satu-satunyanya adalah
menggunakan Sistem Operasi berbasis Windows. Dari sisi bisnis, keduanya
mampu menopang usaha warnet. Sebab dari pengamatan terhadap pelaku bisnis
warnet, pemilihan sistem operasi tidak selalu menentukan kesuksesan sebuah
warnet.
v Perangkat Lunak Internet
Perangkat Lunak yang
utama tentunya adalah browser. dengan browser-lah sebagian besar
aktifitas di internet dilakukan. Pilihan untuk browser adalah:
- Internet Explorer ( Windows )
- Mozilla Firefox ( Windows dan Linux )
- Opera (Windows dan Linux )
- Google Chrome ( saat ini baru tersedia versi Windows)
- Apple Safari ( Windows )
Dari berbagi pilihan
browser di atas, yang paling populer saat ini di warnet adalah: Mozilla
Firefox. Penulis juga menyarankan agar warnet menggunakan Browser ini dan
menjadikan browser lain sebagai cadangan. Internet Explorer tidak di
sarankan, banyaknya masalah keamanan yang ditimbulkan oleh Internet Explorer
membuat banyak warnet lebih memilih browser lain.
Perangkat Lunak
berikutnya dalam kategori Internet adalah perangkat lunak Messaging, kegunaan perangkat lunak ini adalah untuk saling bertukar pesan
pendek. Layanan yang populer adalah: Yahoo Mesengger (Yahoo IM), MSN,
Gtalk. Baik Yahoo IM, MSN maupun Gtalk memiliki perangkat lunaknya
masing-masing dan dapat di install ke komputer pengguna. Kita juga dapat memanfaatkan perangkat
lunak messaging yang dapat terkoneksi ke beberapa layanan sekaligus seperti Pidgin. Selain diakses melalui
perangkat lunak tersendiri, layanan Yahoo IM, MSN dan Gtalk juga dapat di akses
melalui web seperti Meebo.
Diluar kedua jenis
perangkat lunak di atas, ada baiknya di komputer pengguna juga di install beberapa perangkat lunak
kategori internet, misalnya: FTP Client, namun hal ini bukanlah
prioritas. Yang prioritas adalah: Browser dan Messaging.
v Perangkat Lunak Perkantoran
Biasanya masyarakat umum
lebih familiar dengan istilah office software. Perangkat lunak perkantoran merupakan perangkat lunak yang
diperlukan untuk melakukan pengetikan (word processing), lembar kerja (spreadsheet), dan penyusunan presentasi. Yang populer
di masyarakat adalah Microsoft Office, namun harga lisensinya yang tinggi menjadikan
perangkat lunak ini tidak ekonomis untuk di sediakan di komputer pengguna.
Selain itu, Microsoft Office cuma bisa berjalan di Sistem Operasi
Windows. Untuk Warnet, solusinya adalah menggunakan perangkat lunak
perkantoran Open Office.
Open Office adalah
perangkat lunak perkantoran open source yang populer. Tampilan dan fasilitas yang disediakan oleh
Open Office cukup lengkap dan dapat di jalankan di sistem operasi Windows dan
Linux. Tidak ada perbedaan menjalankan OpenOffice di sistem operasi
Windows maupun Linux. Open Office juga mampu membaca berbagai format
dokumen yang ada.
Bagaimana dengan
Microsoft Office? Jika memang diperlukan bisa saja warnet membeli satu lisensi
untuk dipergunakan di komputer Operator bagi kepentingan pencetakan. Hal
ini karena untuk format dokumen yang rumit tidak di bisa di konversi dengan
tepat oleh Open Office.
v Perangkat Lunak Multimedia
Perangkat lunak
multimedia sifatnya adalah pilihan. Kita bisa memilih apakah perlu
memasangnya di komputer pengguna atau tidak. Ini bergantung kepada
kebijakan warnet tersebut. Jika hendak memberikan akses ke berkas berkas
multimedia (audio, video), maka perangkat lunak yang populer adalah:
- WinAMP (windows)
- Windows Media Player (windows)
- K-Lite Code Pack (windows)
- Amarok ( Linux )
- VLC Media Player (linux, windows)
v Perangkat Lunak Grafis
Perangkat lunak grafis
yang diperlukan di warnet adalah perangkat lunak untuk melihat (preview) berkas berkas grafis/foto dan melakukan
modifikasi dasar. Karenanya dengan menggunakan perangkat lunak berbasis
Open Source seperti GIMP (linux/Windows) sudah cukup memenuhi kebutuhan
tersebut. Kita juga bisa menggunakan perangkat lunak lainnya seperti GQView
(linux), Gwenview (linux), IrfanView (windows) untuk sekedar melihat (preview) berkas grafis. Untuk Windows, sebenarnya sudah ada fasilitas
untuk preview berkas grafis tanpa harus menginstall perangkat lunak tambahan
sementara untuk pengguna Linux, default-nya juga sudah tersedia perangkat lunak untuk
hal tersebut.
2.4.3 Sistem Jaringan Komputer
Billing system merupakan
aplikasi yang terintegrasi, sehingga komputer-komputer yang ada (server dan
workstation) harus dihubungkan dengan menggunakan topologi star. Dengan sistem
jaringan komputer ini operasional ataupun proses monitoring dapat dilakukan
dari mana sesuai, sesuai hak akses masing-masing pengguna.
Perangkat yang
terpenting dari semuanya adalah sumber daya manusia yang terampil dan disiplin
dan juga jujur sehingga sistem dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan.
2.4.4 Kemampuan Sistem Billing
Setelah mengerti tentang
bagaiman sistem billing bekerja dan juga perangkat yang dibutuhkan secara umum,
perlu kita tahu sejauh mana kemampuan sistem Billing itu.
Pada dasarnya tiap
software sistem Billing memiliki kemampuan yang sama yaitu sebagai pemonitor
transaksi yang terjadi pada setiap badan atau usaha yang menggunakannya. Tetapi
selanjutnya masing-masing pengguna mengembangkannya ke arah yang berbeda-beda,
sehingga akhirnya memiliki kemampuan lebih yang berbeda tiap sistem. Seperti
ditujukkan berikut ini : – sistem billing warung internet dan game online
Sistem Informasi Billing Warnet Online ini mampu memberikan informasi:
- Penggunaan setiap workstation (klien)
- Pendapatan total warnet per hari
- Jumlah pengguna warnet per hari
- dan beberapa fitur lainnya.
2.4.5 Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan sistem Biling
- Memudahkan pemilik usaha untuk memanage segala transaksi yang terjadi
- Pemakaiannya lebih praktis
- Lebih menghemat dari segi pengeluaran, maksutnya dengan menggunakan sistem billing ini setiap usaha hanya perlu memperkerjakan satu orang operator untuk mengontrol segala aktivitas transaksi yang terjadi
- Simpel dalam menggunakannya karena sudah dilengkapi fiture-fiture standard yang dibutuhkan
Kekurangan sistem billing
- Software ini masih mudah di hack
- Jika internet atau listik di sekitar sedang bermasalah, maka sistem ini pun akan ikut bermasalah, karena sistem ini benar-benar tergantung oleh internet dan juga listrik
- Jika software masternya terkena virus dan seluruh datanya hilang sulit untuk mencari history back up-nya
- Menurut para pengguna, sistem ini masih terdapat Bug, dan masih mudah dilumpuhkan. Olehkarena itu keamanan sistem ini belum terjamin sepenuhnya. Sebagai solusinya ada beberapa software yang telah mengeluarkan produk pengamannya seperti yang digunakan pada beberapa rumah sakit PPIM FKUB Malang.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Billing system merupakan
aplikasi yang terintegrasi, sehingga komputer-komputer yang ada (server dan
workstation) harus dihubungkan dengan menggunakan topologi star. Dengan sistem
jaringan komputer ini operasional ataupun proses monitoring dapat dilakukan
dari mana sesuai, sesuai hak akses masing-masing pengguna.
Perangkat yang
terpenting dari semuanya adalah sumber daya manusia yang terampil dan disiplin
dan juga jujur sehingga sistem dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan.
Setelah mengerti tentang
bagaiman sistem billing bekerja dan juga perangkat yang dibutuhkan secara umum,
perlu kita tahu sejauh mana kemampuan sistem Billing itu.
Pada dasarnya tiap
software sistem Billing memiliki kemampuan yang sama yaitu sebagai pemonitor
transaksi yang terjadi pada setiap badan atau usaha yang menggunakannya. Tetapi
selanjutnya masing-masing pengguna mengembangkannya ke arah yang berbeda-beda,
sehingga akhirnya memiliki kemampuan lebih yang berbeda tiap sistem.