2.1 Pengertian Topologi Logic
Ada 2 bentuk
arsitektur/topologi jaringan komputer yaitu logic dan fisik. Di posting
ini kita bahas secara umum tentang topologi logic.
Sesuai namanya, Logic, maka maksud dari topologi ini
adalah gambaran bagaimana hubungan-hubungan secara logika yang terjadi antar
masing-masing komputer dalam jaringan.
2.2 Jenis-Jenis Topologi Logicasih banyak arsitektur
lainnya, sebagiannya ditinggalkan tetapi ada juga yang tetap terus
dikembangkan. Dari sekian banyak arsitektur tersebut, yang paling umum dikenal
dan banyak digunakan adalah ar
Beberapa bentuk arsitektur dan topologi logic yang telah
ada diantaranya adalah ArcNET, Ethernet, Token Ring, FDDI dan sebagainya. M sitektur/topologi
Ethernet.
Berikut ini akan di jelaskan satu persatu mengenai jenis-jenis topologi logic baserta gambar dan kelebihan dan kekurangannya.
ArcNEt
Arsitektur tipe ini sudah sangat jarang digunakan dan
tidak begitu populer. Dikembangkan oleh Data Point. Jaringan dengan topologi
ini sangat simpel dan murah, tetapi tidak cocok untuk lingkungan jaringan yang
membutuhkan kecepatan transfer data yang tinggi. Kecepatan transfer arsitektur
ini sekitar 2,5Mbps, sehingga kurang diminati oleh arsitek jaringan komputer.
ArcNET biasanya menggunakan topologi fisik BUS atau STAR
dengan media transmisi kabel Coaxial RG62. Pada topologi BUS, di setiap ujung
rangkaian kabel (2 komputer yang paling ujung dari jaringan) harus dipasang
terminator untuk menutup
jaringan. Sedangkan pada topologi STAR diperlukan HUB
atau Concentrator untuk menghubungkan komputer yang 1 dengan yang lainnya.
Cara Kerja ArcNet
Prinsip kerjanya menggunakan token passing scheme
dan broadcast dimana dalam jaringan komputer tersebut ada token yang
mengalir dan dapat ditempeli dengan data yang akan dikirim ke komputer tujuan.
Kelebihan
o
Simple dan sangat murah
Kekurangan
o
Tidak cocok untuk kecepatan transfer data yang tinggi
Token Ring
Token Ring dikembangkan oleh IBM dan di standarisasi
dengan IEEE 802.5. Kecepatan transfer data arsitektur ini adalah 16Mbps dengan
media transmisi kabel UTP ataupun STP dan topologi fisik yang digunakan umumnya
adalah STAR yang memerlukan HUB.
Cara kerja Token Ring
Pada jaringan Token Ring, sebuah token bebas mengalir
dalam jaringan, jika satu node ingin mengirimkan paket data, maka paket data
yang akan dikirimkan ditempelkan pada token, pada waktu token berisi data, node
lain tidak dapat mengirimkan data. Token passing digunakan dalam
arsitektur ini untuk menghindari collision.
Data dalam jaringan dikirim oleh masing-masing komputer
yang kemudian berjalan melingkar ke komputer-komputer yang lain untuk kemudian
data tersebut akan diambil oleh komputer yang dituju atau yang membutuhkan.
Pola transmisi ini tetap berlaku meskipun topologi menggunakan STAR.
Kelebihan
o
Tidak terjadi collision\tabrakan data
FDDI (Fiber Distributed Data Interface)
FDDI menggunakan kabel fiber optik yang bekerja
berdasarkan 2 buah ring konsentris dengan kecepatan 100Mbps. Salah satu ring
bisa berfungsi sebagai backup apabila ring yang lainnya atau node (komputer)
lain terputus atau tidak beroperasi.
Jaringan dengan arsitektur ini memerlukan biaya yang
cukup mahal, sehingga kurang cocok untuk membangun jaringan komputer yang sederhana seperti di rumah atau di
kantor-kantor kecil.
Frame Format (format bingkai)
FDDI hanya menggunakan 2 jenis frame: data dan token,
lihat Gambar berikut.
Media Transmisi FDDI
FDDI menggunakan serat kaca sebagai media transmisi
utamanya, namun juga dapat menggunakan media transmisi kabel tembaga dengan
menggunakan spesifikasi Copper Distributed Data Interface (CDDI).
Berikut ini adalah bentuk dasar arstektur ring FDDI :
Spesifikasi FDDI
FDDI didefinisikan dalam 4 spesifikasi :
Media Access Control (MAC) – Spesifikasi MAC
mendefinisikan bagaimana suatu media transmisi diakses, termasuk definisi
format frame, penanganan token, pengalamatan, algoritma perhitungan cyclic
redundancy check (CRC), dan mekanisme error recovery.
Physical Layer Protocol (PHY) – Spefisikasi PHY
mendefinisikan prosedur enkoding/dekoding data, kebutuhan clock, framing
dan fungsi lainnya.
Physical Medium Dependent (PMD) — PMD mendefinisikan
karakteristik media tarnsmisi, termasuk sambungan serat kaca, level
listrik, bit error rates, komponen optik, dan konektor yang dibutuhkan.
Station Management (SMT) — Spesifikasi SMT mendefinisikan
konfigurasi stasiun FDDI, konfigurasi ring, dan kontrol terhadap ring,
termasuk penambahan dan pengurangan stasiun baru, inisialisasi,
perlindungan terhadap kegagaan dan recovery, penjadwalan, dan koleksi data
statistik tentang jaringan FDDI.
Kelebihan
o
Menggunakan 2 buah ring konsentris dengan kecepatan 100Mbps
Kekurangan
o
Biayanya cukup mahal
Ethernet
Arsitektur ini dikembangkan oleh Xerox Corp. pada tahun
1970 dan di standarisasi IEEE 802.3 pada tahun 1980. Arsitektur Ethernet bisa
dikatakan sebagai bentuk jaringan yang paling banyak digunakan. Hal ini
dimungkinkan karena jaringan ini cukup sederhana dan mudah diinstalasi.
Kecepatan transfer data cukup tinggi 10Mbps, 100Mbps dan terus berkembang
hingga 1Gbps.
Arsitektur Ethernet ini dapat dibangun dengan media
Coaxial RG58 atau RG8 dan juga kabel UTP dan HUB. Jaringan Ethernet yang
menggunakan kabel Coaxial RG58 disebut Thin Ethernet atau 10Base2, jika
menggunakan RG8 disebut Thick Ethernet atau 10Base5. Sedangkan yang menggunakan
UTP disebut juga 10BaseT atau Fast Ethernet. Fast Ethernet ini yang paling
banyak digunakan.
Cara Kerja Ethernet
Cara kerja arsitektur ini memakai metoda CSMA/CD (Carrier
Sence Multiple Acces/collision detection). Bilamana suatu node mengirimkan
paket melewati jaringan, maka node tersebut akan mengecek terlebih dahulu
apakah jaringan sedang mengirimkan paket data atau tidak. jika jaringan sedang
kosong, maka node akan mengirimkan paket data. Jika ternyata ada paket data
lain, pada saat node akan mengirimkan data, maka akan terjadi collision.
Bila hal ini terjadi maka jaringan dan node akan berhenti mengirimkan paket
data, kemudian node dan jaringan.
Secara sederhana dapat digambarkan yaitu suatu host yang
mengirimkan data kepada seluruh host lain pada media jaringan.
Kelebihan
o
Kecepatan transfer data cukup tinggi
Kekurangan
o
Akan sering terjadi collision\tabrakan data
Faktor – faktor yang perlu mendapat pertimbangan untuk
pemilihan topologi adalah sebagai berikut :
1.
Biaya, Sistem apa yang paling efisien yang dibutuhkan dalam organisasi.
2.
Kecepatan, Sampai sejauh mana kecepatan yang dibutuhkan dalam sistem.
3.
Lingkungan, Misalnya listrik atau faktor – faktor lingkungan yang lain,
yang berpengaruh pada jenis perangkat keras yang digunakan.
4.
Ukuran, Sampai seberapa besar ukuran jaringan.
Apakah jaringan memerlukan fileserver atau sejumlah server khusus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar